info berita

Wednesday, January 15, 2014

3.391 Hektare Hutan di Pidie Dalam Kondisi Sangat Kritis Karena Ulah Penebang Hutan Liar

Foto : Hutan Di Pidie Terbakar

SIGLI - Sedikitnya 3.391, 37 hekatare hutan di wilayah Geumpang, Manee dan Tangse, Kabupaten Pidie masuk kawasan kritis. Hal itu dikarekan kerap terjadinya deforestasi (penggundulan hutan) secara sistematis untuk lahan pertanian dan pelaku pembalakan liar.

"Kawasan hutan yang sangat kritis meliputi, 1.535,25 Ha di Kecamatan Geumpang, 1.106,06 Ha hutan Manee dan 1.640,06 Hutan Tangse, atau setara 1,5 persen dari 229.777.04 Ha total luas kawasan hutan di Pidie," kata Kepala Dinas Kehutanan dan Perkebunan Pidie Syarkawi kepada acehonline.info, Rabu (15/1).

Sementara itu wilayah hutan yang dalam kondisi kritis, Syarkawi meamabahkan, berjumlah 6.085.21 Ha juga dikawasan Geumpang, Manee dan Tangse atau 2,6 persen luas kawasan hutan Pidie. Begitupun hutan diambang kritis telah mencapai 5,3 persen dari luas total hutan Pidie. Kawasan hutan tersebut terletak di Geumpang, Manee, Tangse dan Tiro Truseb.

"Kawasan hutan sangat kritis, kritis dan diambang kritis, terdapat dikawasan hutan lindung, hutan produksi dan hutan suaka, sehingga perlu perhatian serius dari semua sektor terkait," ujar Syarkawi.
Hutan Pidie, Syarkawi menjelaskan, terdiri dari kawasan hutan lindung seluas 185.424 ha, hutan produksi 43.663,04 Ha dan hutan suaka 190 ha, yang merupakan tumpuan sumber air kelangsungan hidup hayati dan sumber ekonomi masyarakat.

"Maka dari itu sangat diperlukan penanganan secara serius, sebelum kawasan tersebut hancur total," jelasnya.
Dinas Kehutanan, Syarkawi menambahkan, secara terus menerus melakukan pengawasan, penekanan intensitas Illegal Logging, serta sosialisasi kepada masyarakat dan reboisasi. Hal itu menurutnya perlu ditindaklanjuti oleh lintas sektor sebagai upaya penyelamatan kawasan hutan.
"Dari kenyataan tersebut, perlu adanya kesadaran semua pihak untuk tidak lagi menganggu kawasan hutan agar hutan yang kita miliki terjaga kelestariannya demi anak cucu dimasa mendatang," imbuhnya.

No comments:

Post a Comment