info berita

Sunday, December 8, 2013

36 Tahun Lamanya Gas Exxonmobil Oil Di Aceh Berproduksi, Namun Aceh Tidak Pernah Dilibatkan Pemerintah Pusat Dalam Perhitungan Bagi Hasil


- Mulai Tahun 1977 s/d 2013, Aceh Sudah Produksi 4.200 Cargo Gas Untuk Negara, Harga Per Cargo Gas/ USD 24.000.000,-

* Bila Di Kalkulasikan Harga Per Cargo Sekarang . 24.000.000x 1 US Dollar (Rp.12.000) = Rp.288.000.000.000,- Jadi Aceh Sudah Produksi 4.200 Cargo Gas. Hasilnya ? 4.200xUSD 24.000.000,-= ...

Foto : LNG (Gas) Di Angkut Untuk Di Ekspor Ke Negara Lain

Banda Aceh - Hasil produksi dan penjualan Liquified Natural Gas (LNG)di Aceh yang diproduksi oleh ExxonMobil, sejak dimulainya cluster I lapangan Arun pada 1977 hingga pengiriman kargo ke-3000 (dari lapangan gas Arun pada 1997, Red).

Pada 2004, jumlah ekspor gas mencapai 3600 kargo.
Bahkan menurut sumber The Globe Journal yang identitasnya enggan disebutkan, hingga 2013 jumlah ekspor di Arun mencapai 4.200 kargo.

Ironisnya, jumlah pendapatan untuk provinsi Aceh dari hasil ekspor dan produksi tersebut belum diketahui secara rinci.
Menurut Kepala Bidang Migas, Listrik, dan Pemanfaatan Energi Dinas Pertambangan dan Energi Aceh, T. Syukur, yang ditemui di ruang kerjanya di Kantor Dinas Pertambangan dan Energi Aceh di Jl. T Nyak Arief 105, Banda Aceh.

Pendapatan negara hasil produksi yang diperoleh oleh ExxonMobil dilaporkan kepada SKK Migas.

Terakhir, rekapitulasi hasil produksi tersebut diserahkan kepada Kementerian Keuangan untuk selanjutnya dikonversikan ke nilai rupiah sesuai dengan kurs dolar saat itu.

Pemerintah Aceh, ujar Syukur, tidak punya alat ukur untuk menganalisa hasil produksi tersebut karena saat audit dilakukan oleh pihak terkait di Pusat.

Pemerintah Daerah tidak dilibatkan, tidak hanya Aceh tapi semua daerah di Indonesia.