info berita

Wednesday, May 15, 2013

Anggota BPBD Ditemukan Tewas

Pencarian Nelayan Hilang Berlanjut

TAPAKTUAN - Setelah dilakukan pencarian selama tiga hari, akhirnya Army Syahputra (26), anggota Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Aceh Selatan yang hilang terseret arus saat bertugas menyelamatkan korban banjir, Sabtu (11/5) ditemukan tak bernyawa, Senin (13/5) pada jarak sekitar 3 mil dari bibir pantai Desa Panjupian, Kecamatan Tapaktuan.

Ketua Satgas SAR Aceh Selatan, May Fendri SE yang terlibat langsung dalam misi pencarian korban kepada Serambi mengatakan, jasad Army ditemukan Senin (13/5) sekira pukul 10.00 WIB dalam kondisi terapung. “Korban ditemukan pada jarak tiga mil dari bibir pantai dalam posisi telungkup dan mengapung,” kata May Fendri.

Menurut May Fendry, pencarian juga melibatkan 12 orang nelayan atas bantuan Panglima Laot. “Kami meminta kepada Panglima Laot agar melibatkan nelayan. Alhamdulillah setelah tiga hari dicari, korban ditemukan, walau sudah tak bernyawa,” katanya.

Laporan lain menyebutkan, banjir bandang yang menerjang Kluet Raya menyebabkan seorang bocah bernama Muhammad Akhyar (5) meninggal dunia akibat terseret air bah.

“Bocah tersebut adalah anak dari pasangan Samsuar (45) dan Rusmawati (32), warga Dusun Rimeh, Desa Krueng Batu, Kluet Utara,” lapor tokoh masyarakat Kluet, Zaiton Ludny kepada Serambi, Senin (13/5). Korban meninggal akibat diterjang banjir bandang saat bermain di halaman rumahnya, Minggu (12/5). “Korban ditemukan kritis di saluran irigasi dan sempat dibawa ke Puskesmas Kotafajar, tapi nyawanya tidak tertolong,” kata Zaiton.

Pencarian nelayan hilang akibat badai yang menerjang Jumat lalu terus berlanjut hingga Senin (13/5). Sebagian besar anggota keluarga dari 12 nelayan yang hilang tersebut bertahan di Posko Penanggulangan Bencana dalam Kompleks Kantor Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Abdya, sekitar lokasi Pelabuhan Pendaratan Ikan (PPI) Pantai Ujong Serangga, Kecamatan Susoh.

Di antara keluarga yang bertahan di posko utama adalah Ny Nurdalima (30), istri dari Salihin (45) nelayan yang hilang sejak Jumat (10/5) dini hari. Nurdalima, warga Desa Alue Dama, Kecamatan Setia, Abdya, sudah tiga hari menunggu di posko didampingi tiga anaknya, Hasbi (12), Eka Oktaviani (7), dan Susi (6). “Saya dan anak-anak terus berdoa semoga suami saya selamat,” ujar Nurdalima penuh harap.

Anggota keluarga yang lain yang menunggu di posko adalah Ramli (66) dari Desa Meurandeh, Krueng Raya, Kabupaten Aceh Besar. Ramli tiba di Susoh, Minggu (12/5) malam, setelah menempuh perjalanan darat dari Krueng Raya menggunakan sepeda motor dibonceng anggota keluarga yang lain. Ramli sangat berharap anaknya, Mariadi alias Adi (31), salah satu dari 12 nelayan yang hilang bisa ditemukan dalam keadaan selamat.(nun)