info berita

Friday, April 5, 2013

BENDERA BINTANG BULAN DITOLAK UNI EROPA DI MINTA BERTANGGUNG JAWAB

BENDERA BINTANG BULAN DITOLAK UNI EROPA DI MINTA BERTANGGUNG JAWAB 
(FLAG MOON STAR DENIED THE EUROPEAN UNION REQUESTED RESPONSIBLE)
* Massa pendukung bendera bulan bintang meminta Uni Eropa dan Crisis Manajement Initiatif (CMI), selaku fasilititor perdamaian Gerakan Aceh Merdeka dan Pemerintah RI, bertanggung jawab Karena Pemerintah Pusat membatalkan bendera dan lambang Aceh.

(* Mass flags in support of request and Crisis Management of the European Union Initiative (CMI), as the peace fasilititor Free Aceh Movement and the Indonesian Government, the Central Government is responsible Due to cancel flag and emblem of Aceh.)

Banda Aceh - Permintaan itu disampaikan dalam petisi yang dibacakan Cut Fatma Dahlia, perwakilan massa di halaman Gedung Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA) Banda Aceh.
(Banda Aceh - The request was conveyed in a petition which read Fatma Cut Dahlia, mass representation in the House of Representatives page Aceh (DPRA) Banda Aceh.)
Menurutnya, pengesahan Qanun Nomor 3 Tahun 2013 tentang Bendera dan Lambang Aceh oleh DPRA dan Gubernur Aceh sesuai dengan amanah Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2006 tentang Pemerintah Aceh, sebagai turunan MoU Helsinki.
(According to him, the Qanun No. 3 Year 2013 on the flag and emblem by the provincial parliament of Aceh and Aceh Governor in accordance with the mandate of Law Number 11 Year 2006 concerning the Government of Aceh, as a derivative of the Helsinki MoU.)
Menteri Dalam Negeri dan Presiden RI didesak untuk segera menyetujui bendera dan lambang tersebut, karena itu bagian dari kekhususan Aceh.
(Minister of Home Affairs and the President urged to approve the flag and emblem, because it's part of the specificity of Aceh.)
- KEMENDAGRI TOLAK BULAN BINTANG DAN SINGA BURAQ(- REJECT Kemendagri MONTH AND LION STAR Buraq)

Kementrian Dalam Negeri telah mengevaluasi Qanun Aceh nomor 3 tahun 2013. Hasilnya, Pemerintah tidak setuju penggunaan Bulan Bintang sebagai Bendera Aceh.
(The Ministry of Interior has evaluated Aceh Qanun No. 3 in 2013. As a result, the Government does not agree to use the Moon as a Star Flag Aceh.)
Informasi yang dikutip dari Metrotvnews.com menyebutkan, sejumlah ketentuan yang ada dalam Qanun Aceh tersebut diminta untuk direvisi.
(Information cited Metrotvnews.com mentioned, a number of provisions contained in the Qanun Aceh requested to be revised.)
”Kami sudah menyelesaikan evaluasinya. Ada sejumlah hal yang harus diperbaiki,” kata Menteri Dalam Negeri Gamawan Fauzi kepada Metro TV, Senin (01/04/2013).
("We have completed the evaluation. There are a number of things that must be fixed, "said Interior Minister Gamawan Fauzi told Metro TV, Monday (04/01/2013).)
Sementara Dirjen Otda Kemedagri Djohermansyah Djohan mengatakan, dari hasil evaluasi Kemendagri setidaknya ada sejumlah hal yang harus segera ditindaklanjuti Pemerintah Aceh. ”Pertama Qanun itu bertentangan dengan peraturan yang lebih tinggi,” ungkapnya.
(While the Director General of Regional Autonomy Kemedagri Djohermansyah Setijoso, Ministry of Internal Affairs of the evaluation results at least there are some things that must be responded to the Government of Aceh. "First it was against the rules Qanun higher," he said)
Menurut Djohermansyah, penggunaan bendera bulan bintang betentangan dengan Peraturan Pemerintah Nomor 77/2007 tentang Lambang Daerah.

Dalam pasal 6 ayat 4 dikatakan bahwa desain logo dan bendera daerah tidak boleh punya persamaan dengan desain logo bendera organisasi terlarang atau gerakan separatis. ”Lambang ini juga bertentangan dengan semangat MoU Helsinki,” tegasnya.

Selain itu lambang dan bendera itu bisa menimbulkan perpecahan di wilayah Aceh karena tidak mewakili seluruh golongan dan suku di Aceh. “Buatlah bendera yang lebih diterima seluruh kelompok yang ada di daerah itu. Lagi pula ini bukan lambang partai,” ujarnya.

(According Djohermansyah, the use of the flag in contradiction with the Government Regulation No. 77/2007 on Regional Coat.

In chapter 6, verse 4 says that the design of the logo and the flag should not have a common area with a design or logo flag of the banned separatist movement. "This symbol is also contrary to the spirit of the Helsinki MoU," he said.

Additionally emblem and flag it could cause a split in the Aceh region for not representing all groups and tribes in Aceh. "Make it more acceptable flags all groups in the area. Anyway this is not a symbol of the party, "he said.)