info berita

Showing posts with label PKA. Show all posts
Showing posts with label PKA. Show all posts

Saturday, January 2, 2016

PELEMPARAN BUS ACEH DI MEDAN, 1 BAYI MENINGGAL DUNIA

Sopir Bus : Wahai Polda Aceh Ini Yang Kalian Cari Pelakunya, Jangan Asyik Klaim DPO Din Minimi Cs, Buktikan Nyalimu !
Sopir Bus: Kami Cari Polisi, Polisi Cari Duit ! Akibat Pelemparan 1 Bayi Meninggal Dunia
Jaring besi untuk melindungi kaca depan dan sopir dari lemparan batu. Namun tak cukup halus untuk menghalau peluru senapan angin.
MEDAN - Aksi pelemparan batu dan penembakan bis antarkota antarprovinsi di sepanjang Kecamatan Tanjung Pura, Gebang dan Pangkalan Brandan, Langkat, Sumatera Utara, semakin meningkat. Anehnya, polisi seperti tak berbuat apa-apa untuk menindak pelaku kejahatan itu. Akibat pelemparan bus, beberapa waktu lalu, seorang bayi tewas. Kemarin malam, aksi pelemparan semakin meningkat. Tak puas hanya dengan ketapel, mereka kini beralih ke senapan angin.
Seorang sopir yang tak mau disebutkan nama dan tempat usahanya mengaku tak berdaya melawan aksi kelompok itu. Menurut dia, polisi sebenarnya bisa saja menangkap mereka karena pelakunya orang yang itu-itu saja. Sopir enggan berurusan dengan polisi karena proses yang lama namun tak meredakan aksi pelemparan dan penembakan itu. Untuk setiap pelaporan, kata dia, sopir harus memberi jumlah uang bervariasi. Ini jelas memberatkan sopir.
"Kami cari polisi, polisi cari duit," kata seorang sopir
Linda, manajer operasional PT Putra Pelangi, mengungkapkan seorang sopir mereka terkena serpihan kaca yang menyobek pelipis kanan. Sebulan kemudian, setelah sembuh, si sopir nahas itu kembali terkena serpihan kaca saat melintasi kawasan Gebang. Bak sopir kendaraan F-1, beberapa sopir memilih menggunakan helm saat melintasi daerah itu. Ini menyebabkan mereka semakin sulit melihat, karena jarak pandang terhalang jaring besi yang terpasang di kaca bagian depan bus.
"Kemarin, empat bus kami (Putra Pelangi) ditembak dan diketapel sehingga rusak. Bus lain yang melintas malam itu juga rusak," kata Linda. Sama seperti diutarakan sopir, mereka mengaku kapok berurusan dengan polisi karena tidak pernah ada penyelesaian. Beberapa pelaku ditangkap kemudian dilepaskan lagi karena dilindungi oleh oknum polisi berpangkat lebih tinggi.
"Beberapa jam setelah ditangkap, orang yang melempar dilepaskan karena saudaranya polisi juga," kata Linda. Pernah, kata Linda, seorang sopir cedera oleh lemparan batu dan membuatnya pingsan saat mengemudi. Kendaraan itu lantas menabrak rumah warga di dekat lokasi pelemparan. Bukannya membantu korban, bus itu dijarah. Perusahan juga dipaksa mengganti kerugian akibat tabrakan itu.
"Kami nggak tahu mau bagaimana lagi," kata Linda. Pantauan AJNN, operator bus dan para sopir tetap menjalankan armada mereka. Mereka memilih menanggung risiko ketimbang tak bisa membawa pulang uang untuk keluarga mereka.

Monday, December 16, 2013

Keadilan Yang Kita Tuntut Saat Perjuangan GAM Dulu Sudah Tercapai, Jadi Peringatan Milad GAM Bukan Untuk Bangkitkan Perlawanan



Gubernur Aceh : Keadilan Yang Kita Tuntut Saat Perjuangan GAM Dulu Sudah Tercapai, Jadi Peringatan Milad GAM Bukan Untuk Bangkitkan Perlawanan


INDRAPURI - Ribuan masyarakat Aceh memadati makam tokoh deklarator Gerakan Aceh Merdeka (GAM), Tgk Muhammad Hasan Tiro di desa Meureu, Kecamatan Indra Puri, Kabupaten Aceh Besar memperingati hari puncak perayaan Milad GAM yang ke-37 tahun, Rabu (4/12).


Terlihat sejumlah tokoh dan elite pemerintah Aceh ikut dalam acara tersebut. Di antaranya ketua Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA) Hasbi Abdullah serta Gubernur Aceh Zaini Abdullah dan Bupati Aceh Besar Mukhlis Basyah serta pemangku Wali Nanggroe Malik Mahmud.


Menurut dia, pemberontakan GAM pada tahun 1976 itu berlandaskan ketidakadilan antara Aceh dengan Pemerintah Pusat. Makanya, Hasan Tiro selaku deklarator pemberontakan GAM mendeklarasikan Aceh pisah dari Indonesia.


"Saat itu sangat pincang antara Aceh dan pusat. Terjadilah pemberontakan, 1976 Hasan Tiro tuntut kembali keadilan, bukan pemisahan diri, tetapi dituntut keadilan, dan keadilan yang dituntut itu sudah kita dapatkan sekarang," tegasnya.
Sumber : Fb. Kabar Aceh

Wednesday, November 6, 2013

Gubernur Aceh ; Aceh Siap Jadi Tuan Rumah PON 2020, Saya Sudah Usulkan Rekomendasinya Pada Pak SBY

Banda Aceh - Zaini Abdullah mengatakan dirinya telah mengusulkan kepada Presiden SBY, agar merekomendasikan Aceh sebagai tuan rumah Pekan Olahraga Nasional (PON) pada tahun 2020 mendatang.

"Dulu ketika Pak SBY datang ke Aceh, kami sudah mengusulkan kepada beliau untuk mengusulkan Aceh tuan rumah PON 2020, dan kami berharap juga kepada Roy Suryo sebagai Menpora agar mau memberikan dukungan untuk Aceh," kata Zaini Abdullah pada acara Pelantikan DPD Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) periode 2013 - 2016, Rabu (6/11) di Anjugan Mon Mata Banda Aceh.

Zaini Abdullah menjelaskan, saat ini sudah sangat siap menjadi tuan rumah event olah raga yang bertaraf nasional, yang diselenggarakan empat tahun sekali tersebut.
"Kalau kita sudah meminta kepada Presiden, berarti kita sudah siap menjadi tuan rumah, kita ingin membuktikan bahwa Aceh ini mampu dalam segala hal," jelas Zaini Abdullah.

Sementara itu Menteri Pemuda Dan Olah Raga (Menpora) Roy Suryo menyatakan dirnya sangat mendukung apabila Aceh ingin menjadi tuan rumah PON 2020 tersebut.
"Apa yang tidak mungkin, semua itu mungkin terjadi. Insya Allah Aceh bisa menjadi tuan Rumah.

Manajemen Tak Tepati Janji Rekrut Tenaga Kerja Lokal, Warga Blokir Jalan dan Hentikan Pembangunan PLTA Nagan Raya

Foto ; PLTA Nagan Raya

SUKA MAKMUE - Ratusan warga di Desa Krueng Isep, Kecamatan Beutong, Kabupaten Nagan Raya sejak Sabtu lalu hingga Selasa (2-5/11) kemarin dilaporkan melakukan aksi penghentian aktivitas pembangunan Proyek Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) di wilayah pedalaman ini. Aksi yang dilakukan oleh masyarakat tersebut diduga karena pihak perusahaan belum merealisasikan jajnjinya mempekerjakan warga lokal di perusahaan ini.

Kapolres Gunawan juga mengaku pihaknya sudah berupaya melakukan koordinasi dengan pihak perusahaan guna memfasilitasi persoalan ini dengan masyarakat, dengan harapan persoalan tersebut bisa secepatnya tuntas. Namun hingga sekarang pihak perusahaan belum memberikan respons terhadap hal ini.

Bahkan informasi yang diterima aparat kepolisian di wilayah ini, kasus pemblokiran tersebut baru akan berakhir setelah pimpinan perusahaan yang melakukan pembangunan PLTA menjumpai warga, sekaligus merealisasikan janjinya. “Masalahnya diduga akibat soal janji yang belum direalisasikan kepada warga oleh pihak perusahaan,” katanya.

Terhadap persoalan ini, pihaknya juga sudah menempatkan personel polisi di sekitar lokasi pemblokiran guna menghindari adanya hal-hal yang tak diinginkan, pungkas Kapolres Nagan Raya AKBP Gunawan Eko Susilo.

Kepala Dinas Pertambangan Energi Kabupaten Nagan Raya
“Yang saya dengar ada janji yang belum ditepati pihak perusahaan kepada warga,” katanya.

Wagub Aceh Muzakir Manaf : Bulan Bintang Tetap Bendera Aceh, Bagi Yang Mengibarkannya Itu Luapan Kegembiraan Rakyat Aceh


Banda Aceh - Bagi kita, Provinsi Aceh lain dengan provinsi lain. Ini juga semangat perdamaian MoU Helsinki. Bagi kita, bulan bintang dan singa buraq tetap merupakan bendera dan lambang Aceh, tandas Wakil Gubernur Aceh Muzakir Manaf kepada wartawan.

Terkait adanya penolakan beberapa daerah pihak menurutnya, mereka yang menolak merupakan segelintir orang saja. Mereka bukan orang-orang Aceh, mereka di luar Aceh.

Tentang masyarakat dataran tinggi Gayo yang tetap menolak dan akan mendirikan provinsi sendiri bila tetap disahkannya lambang dan bendera bulan bintang, Mualem menyerahkan mereka itu untuk melaksanakan niatnya. Ditegaskan lagi, lambang dan bendera Aceh telah menjadi ketetapan rakyat melalui persetujuan mereka di DPRA.
Kembali Mualem mengatakan, Bendera Aceh Bulan Bintang dan Lambang Singa Buraq merupakan hasil perjuangan seluruh rakyat Aceh dulunya dalam menuntut kemerdekaan.

Itulah hasil perjuangan jatuhnya korban dalam menuntut kemerdekaan dulu. Jadi tidak ada yang negatif. Kalau kemudian masyarakat mengibarkannya, itu hal emosionil terkait perjuangan mereka dulunya pungkasnya.

Oknum Polisi Di Nagan Raya Keroyok Warga Hingga Kritis

Foto ; Ilustrasi Pengeroyokan Oleh Aparat

SUKA MAKMUE - Jasadi (55), warga Gampong Rambong Cut, Kecamatan Seunagan, Nagan Raya, dilaporkan menderita luka akibat dikeroyok oleh seorang oknum polisi berinisial Saf beserta abang kandungnya berinisial Sak.

Pria paruh baya tersebut terpaksa dilarikan ke IGD RSUD Nagan Raya di Ujong Fatihah, dan dirawat di ruang ICCU akibat luka yang dialaminya.

“Kami tidak terima dengan perlakuan ini, kami minta kasus ini diproses secara hukum,” kata Rahmad (22), yang tak lain adalah anak korban.

Dikatakannya, insiden yang menimpa ayahnya ini terjadi ketika ayahnya, Jasadi ini sedang duduk bersama sejumlah warga lainnya di Poskamling desa setempat. Namun tanpa diduga, datang pria Sak dan adiknya berinisial Saf yang merupakan anggota Polres Nagan Raya menghampiri korban dan terjadinya adu mulut.

Menurut Rahmad, antara ayahnya dan dua orang pelaku terjadi keributan sehingga sang ayah mengalami luka dan terpaksa dilarikan ke RS. Sedangkan pelaku langsung meninggalkan lokasi kejadian tanpa mempedulikan korban. “Saya tidak tahu apa masalahnya, namun yang jelas kami sekeluarga tak terima dengan perlakuan main hakim sendiri ini,” kata Rahmad.

Ia juga mengaku sudah membuat pengaduan ke Mapolres Nagan Raya, dengan harapan persoalan ini diusut secara tuntas sesuai dengan hukum dan perundang-undangan yang berlaku. Sedangkan ayahnya kini masih dirawat intensif di ruang ICCU RSUD Nagan Raya, karena luka yang dialami ayahnya Jasadi tergolong parah.

Sementara itu, Kapolres Nagan Raya AKBP Gunawan Eko Susilo SIK melalui Kasat Reskrim Iptu Dedi Supriyatno yang dikonfirmasi Serambi, kemarin sore, mengaku belum mendapatkan informasi terhadap kejadian tersebut. Namun ia mengaku sedang melakukan penelusuran terhadap kasus tersebut, apalagi keluarga korban mengaku sudah membuat pengaduan di Mapolres Nagan Raya. “Keterangan sementara yang kita dapatkan dari anggota polisi Safrizal ini, dia tidak melakukan pemukulan atau pengeroyokan. Akan tetapi ia malah merelainya,” kata Iptu Dedi yang mengaku segera memeriksa kasus ini.

Posko PNA di Glumpang Tiga Dibakar OTK

Foto ; Posko PNA

Pidie- Posko Partai Nasional Aceh (PNA) yang terletak di Kecamatan Glumpang Tiga, Pidie, dibakar OTK pada Senin (4/11/2013) dinihari tadi sekitar pukul 2.00 WIB.

Menurut keterangan salah seorang aktivis PNA setempat, Razali, kejadian berawal dari suara ledakan yang mereka perkirakan bom molotov dari arah belakang posko.

Amatan AtjehLINK, posko ini berada dalam kawasan Warung “SinggahMulo” dan sebuah bengkel las. Kebakaran mengenai tumpukan karton, besi dan plastik bekas yang berada di belakang bengkel las tersebut.

Warung SinggahMulo diketahui selama ini memang terlihat ramai dengan warga dan simpatisan PNA. Bendera PNA menghiasi pagar warung tersebut yang letaknya di pinggir jalan raya Banda Aceh-Medan

Ashraf Khan :Aceh Seperti Kampung Saya Sendiri


Penuhi Undangan Bupati Bireuen Pada HUT Bireuen Ke - 14, Kesan Ashraf Khan (Penyanyi Asal Malaysia ) : Aceh Seperti Kampung Saya Sendiri

* Ashraf ke Bireuen tak lain untuk memeriahkan HUT Bireuen ke-14. Dia diundang secara khusus oleh Bupati Bireuen. Kedatangannya pun ditemani Fadia Arafiq, Wakil Bupati Pekalongan yang tak lain istrinya sendiri.

Foto : Ashraf Khan Dan Fadia Arafiq

Bireuen – Penyanyi asal Malaysia, Ashraf Khan yang tak lain menantu musisi kondang Arafiq mengaku Aceh sudah menjadi layaknya kampong kedua baginya. Walau baru dua kali bertandang ke Negeri Syariat ini, namun dirinya mengaku cukup nyaman bersosialisasi dengan masyarakat eks derah konflik ini.

“Saya tak asing lagi dengan Aceh. Ini yang kedua kali (Kunjungan ke Bireuen-Red) saya ke Aceh. Dulu saya pernah ke Subulussalam. Aceh bagi saya kental dengan nuansa islami,” ujar Ashraf dalam konferensi pers yang digelar di Pendopo Bupati Bireuen, Minggu (3/11/2013).

Di lain hal dia sangat berterimakasih kepada warga Bireuen. Selama berkunjung ke daerah tersebut, Ashraf mengaku mendaatkan sambutan yang sangat hangat. “Kemarin mencoba Mie Aceh pakai kepiting. Wah rasanya subhanaallah enak sekali. Saya jadi kepikir kalau lama saya disini badan saya akan tambah gemuk,” pungkasnya berseloroh.

Investor Enggan Ke Aceh Dan Kurangnya Optimalnya Penggunaan Dana Otsus, Tingkat Kemiskinan Aceh Berada Pada Urutan Ketiga Di Indonesia

Foto : Rumah Warga Fakir Miskin Di Aceh.

Banda Aceh - Masyarakat Aceh masih jauh dari kesejahteraan, sehingga data terakhir yang diperoleh pakar ekonomi menyebutkan bahwa kemiskinan Aceh masih berada di urutan ketiga. Namun secara keseluruhan Aceh masih tergolong ‘sakit’.

“Undang-undang telah mengatur tentang Migas dan Otsus. Aceh mendapatkan dana Otsus 2 persen dari DAU sejak tahun 2008 – 2022 dan 1 persen DAU dari tahun 2023 – 2028.

Bahkan 30 persen dari dana Migas untuk Pendidikan Aceh, sementara 70 persen untuk membiayai program dan kegiatan pembangunan Aceh. Demikian antara lain disampaikan, Dr Aliasuddin,SE.MSi, pakar ekonomi dari Universitas Syiah (Unsyiah) Darussalam – Banda Aceh ketika mengisi materi Sosialisasi Kebijakan Politik Pemerintah Aceh yang diselenggarakan oleh Badan Kesbangpol Linmas Provinsi Aceh di Aula Serbaguna Idi,

Menurutnya, penggunaan dana Migas dan Otsus sejak tahun 2008 belum sepenuhnya tepat sasaran. Padahal, lanjut Aliasuddin, dana Otsus digunakan antara lain untuk pembangunan dan pemeliharaan infrastruktur, pemberdayaan ekonomi rakyat, pengetasan kemiskinan, pendanaan pendidikan, sosial dan kesehatan serta digunakan juga untuk keistimewaan Aceh

Indonesia Tetapkan 9 Povinsi Tujuan Wisata Syariah, Namun Aceh Tak Termasuk Dari Daerah Wisata Syariah Tersebut


Foto : Wisatawan Asing Saat Berwisata Di Daerah Banda Aceh, Mesjid Raya Baiturrahman

JAKARTA - Indonesia menetapkan 9 destinasi wisata syariah, yakni Sumatera Barat, Riau, Lampung, Jakarta, Banten, Jawa Barat, Jawa Timur, Lombok, dan Makassar. Sementara Aceh yang menerapkan sistem Syariat Islam di wilayahnya tidak termasuk dalam destinasi wisata syariah tersebut.

"Ada sembilan wilayah yang kita tawarkan sebagai destinasi wisata Islam," kata Dirjen Pemasaran Pariwisata Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Esthy Reko Astuti di sela Forum Halal Global di Jakarta

Menurut dia, penetapan wilayah-wilayah tujuan wisata syariah tersebut dilakukan berdasarkan kesiapan sumber daya manusia, kultur masyarakat setempat, produk-produk wisata daerah, dan akomodasi wisata.

Penetapan destinasi wisata syariah tersebut, kata dia, merupakan persiapan menjelang peluncuran produk wisata syariah tahun 2014.

"Dengan promosi lebih aktif tentang wisata syariah, diharapkan kunjungan turis muslim bisa naik menjadi 20 persen sampai 25 persen pada 2014-2015," katanya.

Ia juga berharap Forum Halal Global bisa menjadi salah satu ajang sosialisasi produk wisata syariah Indonesia kepada para pelaku industri wisata, termasuk pelaku dari Malaysia dan Arab Saudi, yang hadir dalam forum tersebut

Sepenggal Kisah Pasukan Inong Balee : Nyanyianku Menjadi Deritaku

Sepenggal Kisah Pasukan Inong Balee : Nyanyianku Menjadi Deritaku

Foto : Kenangan Foto Inoeng Balee Masa Silam Di Aceh

.Hari ini, Jumat 01-11-2013, keberaniku sudah sangat bulat untuk menceritakan semua kisah-kisah yang telah ku alami selama ini. Walaupun dengan terbata-bata dan dengan jemari yang gemetar, aku coba juga menulis setiap pertanyaan yang datang dari Team PENA.

ACEH UTARA, akhir tahun 1999. Aku suka menyanyi, dan menyanyi adalah salah satu hobby yang sangat aku sukai. Dan ternyata hobbyku ini telah mengantarkanku kegerbang pertemuan dengan pejuang Aceh Merdeka. Dimana, sebelumnya aku sendiripun tidak mengerti apa yang mereka perjuangkan dan apa yang mereka inginkan.

Seorang Penasehat GAM (Gerakan Acheh Merdeka) Wilayah Pasee mendengar aku menyanyi, dan kemudian dia memberi kesempatakan kepadaku untuk menyanyikan lagu Perang Sabi pada sebuah dakwah GAM yang diadakan di Ulee Meuriya Geudong. Setelah itu aku diajak agar bergabung dengan Pasukan Inong Balee.

Disebabkan, kegiatan sekolah yang aku jalani pun dalam kondisi tak menentu, dan juga keadaan di kampong hura hara, maka dengan memberanikan diri, aku meminta izin dari ayah agar mengizinkanku bergabung dengan Angkatan Gerakan Aceh Merdeka (AGAM). Dengan renungan yang bangga, dan seperti tak menduga, ayahku menitiskan air mata dan mengatakan setujunya, permintaanku untuk bergabung dengan GAM.

Selama 2 (dua) bulan aku dilatih fisik secara intensif, termasuk menggunakan senjata. Dan, kemudian aku langsung diturunkan lapangan. Sejak saat itu, kehidupanku pun telah berubah, dari gadis gampong menjadi seorang figthter dari Pasukan Inong Balee. Dikarenakan aku seorang gadis luwes dan mudah bergaul, maka Panglima setempat menugaskan aku untuk jadi inteligen. Karena, kalau berperang juga mungkin sudah banyak tentara GAM yang lebih mampu dari aku.

Karena aku ditugaskan di kota, maka bisa leluasa berteman dengan banyak anggota TNI. Mereka sering datang ke rumahku untuk bertamu dan kadang sering aku suguhkan teh atau kopi. Dan, kucoba bertanya tentang pasukan mereka dan kekuatan mereka.

Selama 1 (satu) tahun lamanya aku melaksanakan tugas tersebut dan bisa mengumpulkan kurang lebih 573 butir peluru berbagai jenis. Tapi bak kata pepatah, sepandai pandai tupai melompat, pasti jatuh juga ke tanah. Itulah yang terjadi terhadapku, diakhir tahun 2002, tepatnya saat aku berada di Pos Yonif 141 Sriwijaya Palembang.

Disela-sela keheningan seorang Panglima berkata sesuatu kepadaku. “Adoe Nyoe Keuh Perjuangan, Gob laén Nyaweung- Nyaweung Hana Lee, Droe Keuh Syukur Manteung Udeep”. Tapi dia kan tidak tahu bagaimana dengan masa depanku, dan akupun tidak mau menceritakan panjang lebar, tentang kejadian di dalam sel tahanan itu.

Aku hanya menitiskan air mata dan berdoa kepada Allah SWT agar aku diberikan ketabahan untuk menghadapi semua apa yang telah terjadi terhadap diriku. Seperti yang Panglima katakana “ini adalah risiko perjuangan”, maka akupun tak menyesali apa yang telah terjadi terhadap diriku.

Mereka yang mengajak aku dulu bergabung dengan GAM kini telah menjadi Bupati dan ada yang sudah bekerja di DPRK. Mungkin mereka tidak mengenal diriku lagi, tapi aku masih tetap kenal dengan muka mereka sampai kapanpun. Sedih sekali hatiku melihat kehidupan Rakyat Aceh, yang dulu dijanjikan kebahagiaan kepada mereka.

Merekalah yang telah bersusah payah membekali kita waktu berada di hutan, merekalah yang ”theun tapak” (kenak sepak) disaat konvoi TNI datang menyisir gampong-gampong. Aku sendiri tak membutuhkan bantuan dari mereka yang semenjak dahulu bergabung dengan GAM. Karena aku masih kuat untuk berdikari. Tapi apa yang kuharapkan adalah agar mereka jangan lupa dengan rakyat yang sangat susah mencari sesuap nasi.

Kenapa mereka sudah lupa kepada saudara yang membantu mereka dikala mereka susah dahulu, kenapa mereka bisa menelantarkan anak-anak yatim dan janda yang sangat membutuhkan uluran dan bantuan dari mereka yang dulunya mengatas namakan perjuangan untuk rakyat. Kini setelah dapat pangkat dan jabatan, semuanya hilang arah, mereka seperti telah buta dan tuli dengan alam sekeliling mereka.

Terimakasih juga kepada Team PENA yang telah sudi meringankan beban di dada ini, luapan hati ini telah kalian dengarkan. Harapanku semoga PENA bisa mendengar jeritan bathin dari yang lain juga. Karena jeritan seperti ini lebih sakit kalau tak ada yang mau mendengarnya. Salam sukses untuk PENA dan Teamnya.

Salam
PUTROE MUDA
Pasukan Inong Balèe

Operasi Keamanan di Aceh Paling Sulit Yang Pernah Saya Hadapi Di Indonesia

Kapolres Bireuen: Operasi Keamanan di Aceh Paling Sulit Yang Pernah Saya Hadapi Di Indonesia

Foto : Kapolres Bireuen AKBP M Ali Khadafi S Ik Beserta Jajarannya

Bireuen – Kapolres Bireuen AKBP M Ali Khadafi S Ik berbagai cerita di depan Civitas Akademika Universitas Al-muslim Bireuen, Rabu (30/10/2013). Dalam pertemuan itu, Ali mengaku pelaksanaan operasional pengamanan cukup berat di Aceh. Dia menghadapi situasi yang pelik mulai dari era konfik hingga pasca perjanjian damai.

“Operasi DOM, Pasca DOM dan Jeda kemanusian merupakan yang paling sulit yang pernah saya lalui karena saya bergerak di bidang logistic. Jadi perjalanan yang saya lalui mulai dari Pantai Barat dan Selatan hingga ke pantai Timur,” ujarnya.

Pengalaman itu sambungnya cukup berarti untuk menjalankan tugas-tugas pengamanan di era damai. Namun, keberadaan Polri saja tak cukup. Ali berharap seluruh elemen masyarakat dapat berpartisipasi dalam menjaga perdamaian yang telah diperoleh.

Secara khusus, Ali berharap kalangan muda dapat mengambil peran lebih. Apalagi tantangan di era konflik dan damai kini sangat berbeda. Para pemuda saat ini dihadapankan dengan persoalan krisis moral sehingga acap kali berjibaku dengan kasus-kasus criminal seperti persoalan Narkoba dan lainnya.

Gubernur Aceh Bantah Adanya Dualisme Kepemimpinan Di Aceh ( Gubernur/Wagub Aceh Vs Wali Nanggroe )


* Bukti dari kemajuan Aceh sekarang, kata Gubernur Zaini, Menteri Dalam Negeri (Mendagri) sudah menyetujui pembentukan Sekretariat Wali Nanggroe. “Untuk membentuk Sekretariat Wali Nanggroe tak ada masalah lagi. Tinggal mengisi orang-orangnya saja,” kata Zaini Abdullah.

BANDA ACEH - Gubernur Aceh, dr Zaini Abdullah menyatakan tidak akan ada dualisme kepemimpinan antara Gubernur dengan Wali Nanggroe di Aceh. Pasal-pasal yang memungkinkan terjadinya dualisme atau tumpang tindih wewenang di dalam Qanun Lembaga Wali Nanggroe sudah dibahas intensif dengan Prof Dr Ryaas Rasyid selaku Anggota Dewan Pertimbangan Presiden RI.

Hal itu diungkapkan Gubernur Zaini dalam acara kupi beungoh (coffee morning) dengan unsur pimpinan Harian Serambi Indonesia di Restoran Pendapa Gubernur Aceh, Senin (28/10) pagi.

Gubernur menyatakan sudah dicapai kemajuan yang cukup berarti dalam pembahasan Qanun Aceh Nomor 8 Tahun 2012 tentang Lembaga Wali Nanggroe oleh Tim Bersama bentukan Pemerintah Aceh dan Kementerian Dalam Negeri. Pembahasan yang dilakukan di Jakarta itu juga melibatkan para dirjen Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Men-PAN)

Badan Narkotika Prov. Aceh Berhasil Temukan Tiga Hektar Ladang Ganja Siap Panen di Nisam, Aceh Utara

Foto : Polisi dan BNNP Prov. Aceh Dengan Temuannya (Ladang Ganja Di Nisam )

BANDA ACEH - Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Aceh, menemukan sekitar tiga hektar ladang ganja siap panen di kawasan Kecamatan Nisam, Aceh Utara.

Tim yang dipimpin langsung Kepala BNNP Aceh, Saidan Nafi SH Mhum, bersama sejumlah aparat kepolisian, mendapat info dari masyarakat dan selepas magrib langsung bergerak ke lokasi di Desa Lhok Drien dan Seumirah, Kecamatan Nisam, Aceh Utara.

Tim berhasil menemukan tanaman haram di ladang seluas tiga hektar. Ribuan batang ganja yang diperkirakan ditanam empat sampai lima bulan lalu itu berhasil dilokasir BNNP.

Sebagian besar ganja di ladang itu dimusnahkan di lokasi dan sebagian lainnya diamankan sebagai barang bukti. Sementara Pemilik ladang ganja belum diketahui

Tak Ada PNS Bernama Dimas Minta Uang untuk Undang Jokowi

JAKARTA, KOMPAS.com — Pembina Yayasan Rumah Sakit Jakarta Benyamin Mangkudilaga menyebut nama Dimas sebagai orang yang meminta uang pelicin untuk memberi undangan kepada Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo. Kepala Biro Daerah dan Hubungan Luar Negeri DKI Jakarta Heru Budi Hartanto yakin tidak ada pegawai negeri sipil (PNS) di institusinya yang bernama Dimas.

"Tidak ada yang namanya Dimas. Saya yakin," ujarnya saat dihubungi Kompas.com pada Rabu (6/11/2013) siang.

Heru mengatakan, siapa pun yang ingin mengundang Gubernur DKI haruslah melewati biro yang dipimpinnya. Namun, dia membenarkan bahwa jalur masuk surat bisa dari mana saja. Minimal, Heru melanjutkan, biro kepala daerah mengetahui tiap agenda sang gubernur.

Setelah dari bironya, agenda tersebut masuk ke biro protokoler Pemprov DKI Jakarta. Nantinya, staf di biro protokolerlah yang mengatur teknis di lapangan dari agenda yang dihadiri Gubernur. Biro protokoler bisa berkoordinasi dengan Dinas Perhubungan atau Satuan Polisi Pamong Praja, sesuai dengan kebutuhannya.

"Atau minimal nama itu tidak ada di biro saya. Saya tidak tahu jika nama itu ada di wilayah lain. Tapi semua undangan ke Pak Gubernur memang harus melalui biro kami dahulu," ujar Heru.

Heru menduga, Dimas yang dimaksud bukan PNS Pemprov DKI Jakarta dan merupakan pihak ketiga. "Saya jamin, 80 sampai 90 persen, itu bukan orang kami. Tapi memang biasanya ada pihak ketiga mengaku dekat dengan Pak Jokowi dan menjanjikan suatu hal, padahal tidak ada," kata dia.

Kendati demikian, ia akan melakukan penyelidikan untuk mencari tahu oknum PNS yang dimaksud. Jika memang terbukti ada oknum PNS yang melakukan pemerasan, maka dia menegaskan untuk tidak segan-segan memecat orang tersebut secara tidak hormat.

Peristiwa ini terungkap dari beredarnya pesan singkat yang ditulis dan dikirimkan Benyamin:

BREAKING NEWS...! TERNYATA PUNGUTAN LIAR MASIH MERAJAKLELA DALAM KALANGAN STAF KESEKERETARIATAN GUBERNUR DKI.

Dalam rangka ulang tahun ke 30 Yayasan RS Jakarta, pimpinan yayasan rumah sakit mengajukan permohonan tertulis suatu sambutan Gubernur DKI. Tapi sayang permohonan baru akan disampaikan apabila disertai sejumlah uang cukup besar jumlahnya. Terlalu....

Istana: Soal Instagram Ani Yudhoyono "Didramatisir"

JAKARTA, KOMPAS.com — Juru Bicara Presiden Julian Aldrin Pasha menilai pemberitaan mengenai komentar Ibu Negara Ani Yudhoyono di Instagram terlalu dibuat dramatis. Julian menganggap tidak ada masalah dalam pernyataan Ani Yudhoyono ketika menanggapi komentar followers-nya.
"Itu kan terlalu didramatisir. Sebenarnya kan biasa-biasa aja. Itu Ibu Ani bukan marah," kata Julian di Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, Rabu (6/11/2013), ketika dimintai tanggapan setelah komentar Ani Yudhoyono di Instagram kembali menjadi pembicaraan di media sosial.
Julian mengatakan, lantaran Instagram merupakan forum terkait dunia fotografi, seyogianya komentar yang disampaikan mengenai teknik-teknik fotografi. "Bukan hal-hal lain yang secara substansial tidak berhubungan dengan teknik fotografi," katanya.
Seperti diberitakan, komentar Ani Yudhoyono di akun Instagram-nya @aniyudhoyono kembali menjadi bahan pembicaraan di media sosial. Topik perbincangan itu mengenai kebiasaan Ibas, panggilan akrab Edhie Baskoro Yudhoyono, yang selalu mengenakan baju lengan panjang dalam aktivitas kesehariannya.
Ani Yudhoyono dalam postingan-nya itu mengunggah foto Ibas bersama istrinya, Siti Ruby Aliya Rajasa, dan putra tunggal mereka, Airlangga Satriadhi Yudhoyono.

Di foto tersebut, Ibas terlihat bersama istri dan anaknya dengan latar rusa totol di Istana Bogor. Sebenarnya, tak ada yang istimewa dengan foto tersebut. Hal menarik adalah justru saat seorang pengikut Ani di Instagram mengomentari foto tersebut.

Adalah pemilik akun @devi_tri yang kali pertama mengomentari sweater hijau lengan panjang yang dipakai Ibas di foto tersebut. "Wah, Mas Ibas pake baju lengan panjang terus," tulis @devi_tri.

Komentar pengikutnya itu kemudian langsung dibalas oleh Ani Yudhoyono. "Ada masalah dengan baju Ibas?" tulis Ani. "Setiap orang punya cita rasa berpakaian sendiri-sendiri. Tak perlu dipermasalahkan. Mau lengan pendek, lengan panjang, terserah saja, sepanjang yang bersangkutan merasa nyaman," imbuhnya. Komentar itu kemudian ramai dibicarakan.
Ani juga sempat tak bisa menahan amarahnya ketika ada seorang pengikut akun Instagram berkomentar soal pakaian batik yang dikenakan keluarganya di Pantai Klayar. Ibu Ani bahkan sempat mengeluarkan kata "bodoh" kepada pemberi komentar itu.

Pada Agustus 2013, Ibu Ani juga sempat berdebat dengan pengikut akunnya yang mengira foto Almira Tunggadewi yang akrab disapa Aira di Istana Merdeka adalah hasil editan.

Basuki: Pak SBY "Ngomong" Macet Jakarta sejak Zaman Foke

JAKARTA, KOMPAS.com — Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama mengaku tidak tersindir dengan ucapan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono yang mengatakan bahwa kemacetan merupakan urusan kepala daerah masing-masing. Menurutnya, SBY sudah lama mengomentari soal kemacetan Jakarta.

"Enggaklah. Pak SBY kan sudah mulai ngomong ini dari zamannya Pak Fauzi Bowo. Enggak nyindir menurut saya," kata Basuki di Balaikota Jakarta, Rabu (6/11/2013).

Basuki menjelaskan, SBY telah menugaskan Gubernur Jokowi dan dirinya untuk menyelesaikan pekerjaan rumah lama yang belum terselesaikan, yaitu kemacetan. Selain itu, Wakil Presiden Boediono juga selalu mendukung langkah Pemprov DKI dalam mengatasi kemacetan.

Basuki sebelumnya juga mendukung kebijakan mobil murah yang dikeluarkan oleh pemerintahan SBY. Pada saat Pemprov DKI sedang menyiapkan pengadaan sejumlah transportasi massal pada akhir 2013 dan awal 2014 untuk mengurai kemacetan Jakarta, PP Nomor 41 Tahun 2013 tentang Regulasi Mobil Murah atau low cost green car (LCGC) malah keluar.

Dengan peraturan tersebut, mobil dengan kapasitas di bawah 1.200 cc dan mobil yang mengonsumsi bahan bakar setidaknya 20 kilometer per liter dipasarkan jauh lebih murah dengan perkiraan harga mencapai Rp 100 juta saja.

Basuki melihat kebijakan pemerintah pusat lainnya tentang transportasi dan antisipasi kemacetan Ibu Kota mendukung kebijakan Pemprov DKI. "Buat ERP, pemerintah kasih PP, termasuk kereta api jalan layang, mereka bantu dan penambahan gerbong kereta api juga mereka bantu," kata Basuki.

Sebelumnya, SBY mengatakan, seharusnya kepala daerah setempat bertanggung jawab soal kemacetan. Pernyataan SBY dilontarkan seusai mendapat keluhan dari pejabat tinggi negara lain soal kemacetan di Jakarta yang cukup parah.

"Yang harus jelaskan gubernurnya, wali kotanya. (Solusi dari kepala daerah) Begini Pak, konsep kami. Pemerintah pusat bisa membantu, memberikan kemudahan-kemudahan. Efeknya kan banyak sekali macet 3 jam, 4 jam," ujar SBY.

"Pak Jokowi Bukan Gubernur Saya Lagi"

JAKARTA, KOMPAS.com — Para buruh yang melakukan aksi di depan Balaikota Jakarta menumpahkan kekesalan mereka kepada Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo. Orator pun memanas-manasi buruh dengan orasinya.

"Pak Jokowi sudah bukan gubernur saya lagi, tapi gubernur monyet," seru orator buruh saat melakukan aksi unjuk rasa di halaman Balaikota Jakarta, Rabu (6/11/2013).

Ia menyampaikan kalau para buruh tidak memerlukan pencitraan ke masyarakat. Menurutnya, para buruh hanya memerlukan angka kesejahteraan. Nilai upah minimum provinsi (UMP) DKI 2014 yang telah ditetapkan oleh Gubernur Jokowi senilai Rp 2,441 juta tidak sesuai dengan apa yang mereka harapkan.

Agar Jokowi dapat merealisasikan tuntutan kenaikan UMP sampai Rp 3,7 juta, selama tiga hari ke depan, hingga Jumat (8/11/2013), para buruh akan terus melakukan aksi di depan Balaikota Jakarta.

"Kami enggak butuh pencitraan, kami cuma butuh angka untuk anak istri kami. Kami akan terus bergerak sampai tuntutan dipenuhi," kata buruh itu.

Apabila tuntutan mereka tidak dipenuhi Jokowi, para buruh mengancam menutup akses jalan di Jakarta. Tak hanya jalan raya, para buruh itu juga akan memblokade seluruh akses jalan tol dan kawasan industri.

"Jalan tol dan seluruh akses jalan raya akan kita lumpuhkan. Kami juga akan menutup semua akses kawasan industri. Selama ini, buruh selalu dikerdilkan," ujar buruh tersebut.

Aksi unjuk rasa yang diikuti oleh berbagai serikat buruh itu hingga pukul 15.00 masih berlangsung. Sambil mendengarkan orasi, para buruh sesekali bergoyang dangdut.

Akibat aksi itu, arus lalu lintas sepanjang Jalan Medan Merdeka Selatan menjadi terhambat. Kendaraan yang melintas harus melambatkan laju kendaraannya karena ratusan buruh berdiri di badan jalan. Mereka juga membawa spanduk dan umbul-umbul.

Pihak kepolisian juga tidak akan melakukan penutupan Jalan Medan Merdeka Selatan. Para buruh akan melakukan aksi selama tiga hari, yakni 6-8 November 2013 mendatang

Orangutan Itu Kutemukan Sudah Dalam Panci

SEEKOR orangutan menjadi sasaran salah tembak. Dikira seekor rusa atau kijang, orangutan yang diperkirakan sedang turun ke tanah itupun terkena tembakan seorang pemburu. Orangutan itu didapati berada tak jauh dari pemukiman warga di Jalan Panca Bhakti, Kelurahan Batulayang Kota Pontianak, Kalimantan Barat
 
-------
Bas Andreas, Pontianak
------
Senin (4/11), saya berangkat menuju lokasi lahan yang hendak kami jadikan kebun. Sekitar pukul 15.20, saya tiba di kediaman Ignasius, adik bapak yang tinggal tak jauh dari lahan yang hendak kami olah itu.
Lahan kami itu berupa hamparan tanaman perdu yang luas, karena sudah tak ada lagi hutan lebat di sekitarnya.
Rumah Ignasius tertutup rapat jendela dan pintu rumahnya. Dua unit sepeda motor milik pamanku terpakir di depan rumah dan hanya ada sekira 20an ekor anjing piaraan saja yang ada di sekitaran rumah.
"Lagi dimana om," kataku menghubungi pamanku lewat telepon seluler.
"Om lagi di tempat orang meninggal, sebentar saya pulang," kata Ignasius yang kerap dipanggil Nasus atau Pak Obin.
Tak berapa lama, bibi dan pamanku pulang. Mereka langsung mengisahkan kematian tetangga mereka. Tetangganya itu seorang tua, yang didapati sudah meninggal dalam kondisi tertekuk dan mulai dikerubungi semut api/semut merah. Mereka menyatakan bingung hendak dibawa kemana dan diupacarakan/disembahyangkan sesuai agama apakah yang dipeluk almarhum.
Kami pun kemudian memasuki rumah, langsung duduk di lantai papan di dapur sederhana.  Sejenak berbincang masih tentang kematian tetangga mereka, pamanku lalu berkata, "Itulah, pas mau pulang tadi, saya diajak makan orang," kata Ignasius.
"Makan orang," tanyaku?
"Itu bah, orangutan," kata pamanku sambil tersenyum. Paman memang tergolong orang yang sering bercanda, tetapi saya tahu ucapannya tentang orangutan itu pasti benar.
"Hah" Benarlah om? Dapat dimana dia," kataku memastikan.
Pamanku itupun lalu bercerita, bahwa salah satu tetangganya mendapat orangutan dari seorang pemburu yang menembaknya. Tetangganya itu dipanggil sang pemburu, karena mengira binatang buruannya itu seekor rusa. Tapi begitu didekati, ternyata yang tertembak bukan rusa melainkan seekor orang utan yang sedang sekarat.
Mereka lantas bergegas ke lokasi orangutan yang tertembak itu. Namun ketika tiba di lokasi, orangutan itu masih mampu menyeringai. Karena takut, mereka kembali lagi dan memanggil tetangga lainnya.
Tetangga lainnnya itulah yang kemudian mendatangi orangutan itu. Kata pamanku, sebelum membawa orangutan itu, tetangganya berkata di depan binatang yang sudah sekarat itu,"Kalau kau masih sehat, mungkin aku bawa kamu ke rumah. Tapi karena sudah begini, daripada mati sia-sia, mau gimana lagi," kata Ignasius menyitir perkataan tetangganya itu.
Setelah mengakhiri penderitaan orangutan itu, kemudian dibawa pulang ke rumah. Seperti layaknya binatang buruan umumnya, orangutan itupun lantas diperlakukan sama seperti hewan yang kemudian dipersiapkan menjadi lauk pauk.
"Di rumahnya itu ada kepalanya tu. Besar," kata pamanku.
"Bolehkah om kalau saya lihat kepalanya sama daging yang mereka masak," kataku.
"Ya, ya. Saya ke sana ambil," katanya.
Setelah pamanku pergi ke tempat tetangganya itu, saya pun berpikir seperti apakah bentuk kepala orangutan dan dagingnya itu. Tak berapa lama, pamanku datang menjinjing karung plastik putih. Jantung sempat berdegup melihat karung plastik itu.
Pamanku pun mengeluarkan isi karung plastik putih itu yang ternyata sebuah panci berukuran sedang. Aku sempat berpikir, di dalam panci itulah dagingnya. Lantas, mengapa karung plastik itu tak nampak bentuk ketika panci dikeluarkan. Setidaknya, jika di dalam karung plastik itu ada kepala orangutan, tentu bentuk plastik yang diletakkan di lantai itu pasti menyerupai gundukan kecil.
Ignasius pun lantas membuka panci yang dikeluarkannya dari karung plastik tadi. Ternyata isinya adalah tengkorak orang utan yang sudah direbus. Besarnya kurang lebih sebesar kepala saya. Masih ada beberapa kerat daging yang melekat di tengkorak orangutan itu. Di dalam panci itu, ada juga beberapa kerat daging orang utan. Kemungkinan, jika melihat kulit dagingnya, itu adalah daging bagian pelipis kiri kanan orangutan.
Warnanya agak menghitam. Malam itu, saya pun pulang dari kediaman paman sambil teringat liutnya rasa daging orangutan yang dimasak bumbu rica-rica. (*)

Tuesday, November 5, 2013

Dilelang, Keperawanan Gadis Rusia Laku Rp 317 Juta

TEMPO.CO , Siberia--Seorang gadis Rusia menjual keperawanannya seharga US$ 27.950 (sekitar Rp 317 juta dengan kurs dollar Rp 11.360). Polisi menganggap tindakan tersebut bukan pelacuran dan tidak menyalahi undang-undang.

Perempuan bernama Shatuniha itu melelang keperawanannya di situs lelang Rusia 24au.ru. Gadis asal Siberia itu menggambarkan dirinya dengan istilah "Baru, belum digunakan".

"Saya sangat membutuhkan uang, makanya saya menjual hal yang sangat berharga yang saya punya," tulis Shatuniha di situs tersebut, seperti dilansir News.com.au, Selasa, 5 November 2013. Dia mengatakan dirinya siap bertemu sesegera mungkin bagi lelaki yang berminat dengan keperawanannya. Dia siap keperawanannya diverifikasi. Bahkan dia telah menyiapkan dokumen-dokumen yang dibutuhkan.

"Saya bisa datang ke hotel di Alun-alun Predmostnaya dengan dokumen yang mengkonfirmasi keperawanan saya," kata Shatuniha. Dia hanya mau bertransaksi dengan orang yang serius dan dibayar dengan kontan. "Sehingga saya tidak tertipu," kata dia. Penawaran ini bersambut. Orang yang memenangi lelang keperawanan itu adalah Evgeniy Volnov. Dia setuju membayar US$ 27.950, sekitar US$ 3.000 di atas harga awal yang diminta.

Polisi Rusia mengatakan kesepakatan tersebut tidak melanggar hukum. "Tidak ada hak untuk memberi penilaian moral dari tindakan gadis tersebut," juru bicara kepolisian Rusia pada The Siberian Times. "Situasi ini bukan pelanggaran administrasif maupun kriminal," kata polisi tersebut. Polisi juga mengatakan tindakan gadis tersebut tidak masuk dalam kategori pelacuran berdasarkan klausul Undang-Undang Pelanggaran Administratif.

Berdasarkan laporan The Siberian Times, Shatuniha sebelumnya pernah menawarkan keperawanannya di situs lain di awal tahun ini, saat usianya masih 17 tahun.