info berita

Sunday, March 16, 2014

Ketua 14 Partai Di Aceh Jaya : KIP Aceh Jaya Pengecut & Tidak Berani Menegur Partai Aceh Walaupun Secara Terang-terangan Langgar Peraturan

Foto : Partai Aceh langgar kesepakatan, 14 partai boikot pawai Pemilu di Aceh Jaya

ACEH JAYA - Partai Aceh dinilai telah melanggar kesepakatan dalam pelaksanaan pawai Pemilu di Aceh Jaya, Sabtu (15/3). Pasalnya kesepakatan awal setiap partai hanya dibolehkan membawa maksimal lima mobil dan lima becak, sementara Partai Aceh membawa sekitar 50 unit mobil.

Akibatnya, sebanyak 14 partai peserta Pemilu lainnya di Aceh Jaya menolak ikut pawai. Bukan hanya itu mereka menunjukkan sikap tegas dengan tidak mau menandatangani Pemilu Damai.

Ketua Partai Nasdem Aceh Jaya Dra.Hj. Mutia Anzib dan Muhammad Adi Hanafiah Caleg dari Partai Nasional Aceh (PNA) mengatakan pelaksanaan Pawai Pemilu Damai di Aceh Jaya tidak sesuai kesepa katan yang dibuat oleh Muspida, Ketua KIP dan Panwaslu pada beberapa pekan lalu.

“Partai Aceh sudah melanggar aturan yang sudah disepakati bersama yaitu setiap partai hanya boleh menggunakan lima unit mobil dan lima unit becak, akan tetapi dalam pelaksanaannya PA menggunakan sekitar 50 unit mobil,” kata Mutia Anzib.
Hal ini diperkuat oleh Muhammad Adi Hanafiah, sebagai bentuk protes terhadap inkonsisten salah satu peserta Pemilu mereka tidak mau menandatangani pemilu damai.

“Kip, Panwaslu dan Muspida Aceh Jaya sangat lemah,” katanya.

Lebih jauh kata dia bila ini tidak ditindak lanjuti oleh penyelenggara Pemilu dia mengkhawatirkanPemilu di Aceh Jaya tidak akan berlangsung dengan baik.

Pantauan AJNN di lapaangan, pawai dimulai dari depan kantor Bupati Aceh Jaya. Kemudian menuju Keude Krueng Sabee terus Kota Calang dan finish di kantor KIP Aceh Jaya. Meski 14 partai tak mau ikut pawai namun Partai Aceh tetap melaksanakan pawai. Pawai tersebut tetap diikuti oleh unsur Muspida. Sementara itu 14 partai yang menolak akhirnya memilih berputar arah.

Mutia Anzib dihubungi AJNN mengatakan sangat menyesali kejadian tersebut. Menurutnya KIP tidak tegas. “Semua menyaksikan, Muspida, KIP, Panwaslu tetapi mengapa ini dibiarkan,” katanya.

Ketua KIP Helmi Syahrizal, yang dihubungi AJNN mengatakan pihaknya sulit untuk menangani massa dari Partai Aceh.

“Itu massa Partai Aceh tidak boleh dibendung,” katanya singkat

Paduka Yang Mulia Malik Mahmud Al-Haytar : Aceh Masih Berantakan Dan Belum Ada Investasi Besar Untuk Mengubah Nasib Aceh Yang Lebih baik


NAGAN RAYA – Wali Nangroe Paduka yang mulia Malik Mahmud Al-Haytar mengatakan pembagunan Aceh saat ini masih berantakan.

“Pembagunan Aceh saat ini masih berantakan di semua lini, baik insfrastruktur,pendidikan, kesehatan dan masih banyak lagi, dengan ini saya selaku Wali Nangroe mengajak masyarakt untuk membangun Aceh dengan kontek Islami,” katanya

Dengan itu, kita perlu melakukan terobosan dan atau perubahan secara fundamental yang dimulai dari bangku sekolah hingga ke Perguruan Tinggi. Dalam bahasa lain dia menyebutkan Aceh perlu melakukan revolusi pendidikan.

“Ada tiga tantangan besar ke depan dalam mengurangi kesenjangan sosial, ketidak-adilan ekonomi dan kesenjangan antar wilayah yang perlu segera kita carikan solusinya,” tambahnya.

Membangun Aceh kata dia harus secara utuh berbasiskan nila-nilai peradaban Aceh.

Resmi : Mualem & Prabowo Subianto Jadi Juru Kampanye Inti Partai Gerindra Di Aceh

Foto : Muzakir Manaf Ketua Dewan Penasehat Partai Gerindra Aceh.

PRABOWO Subianto dan Muzakir Manaf atau kerap disapa Mualem, akan menjadi juru kampanye andalan Partai Gerindra Aceh untuk meraih target tujuh kursi DPR-RI di pemilu kali ini. Bahkan, Gerindra merencanakan menghadirkan Prabowo menjadi jurkam di satu titik kampanye akbar, di Aceh nantinya.

"Bapak (Prabowo) dijadwalkan akan hadir di kampanye akbar Gerindra. Tempat dan waktu lagi kita paskan dengan jadwal di DPP," ujar Ketua Bappilu Gerindra Aceh. T. Irsyadi.

Prabowo merupakan calon presiden RI sekaligus Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra. Sementara Muzakir Manaf adalah Ketua Dewan Penasehat Partai Gerindra Aceh.

" Jurkam daerah seperti Ketua DPD Gerindra Aceh T. A Khalid juga ketua PD Gemira Aceh, Tgk. H. Anwar Usman Kuta Krueng, Muzakir Manaf, Soenarko dan beberapa nama jurkam handal lainnya," katanya

Kontras Aceh : Petinggi Partai Aceh Selaku Pimpinan Pemerintah Aceh Seharusnya Mengusut Tuntas Tragedi HAM "Rumoh Geudong "Oleh Kopassus , Bukan Malah Berkoalisi Dengan Mantan Danjen Kopassus Prabowo Subianto


Foto : Rumoh Geudong terletak di desa Billie Aron, Kecamatan Geulumpang Tiga, Kabupaten Pidie,

Gilang Lestari " Seorang korban yang diperkosa dan payudaranya dipotong kini masih hidup di Aceh menjadi saksi Hidup atas kekejaman Pasukan Kopassus Saat Konflik Di Aceh Silam"

JAKARTA - Kasus pelanggaran HAM di Aceh belum tuntas. Tragedi Rumoh Geudong masih menyisakan duka. Pengungkapan kebenaran menjadi salah satu usaha untuk melawan lupa.

Rumoh Geudong yang terletak di desa Billie Aron, Kecamatan Geulumpang Tiga, Kabupaten Pidie, menjadi saksi bisu keberingasan Kopassus di masa lalu. Pos Sattis atau yang lebih dikenal dengan Rumoh Geudong benar-benar telah menjadi ‘neraka’ bagi masyarakat Pidie.

Tak hanya melakukan penyiksaan sewenang-wenang, pasukan baret merah itu di masa lalu telah melakukan tindakan keji. Mereka juga melakukan pemerkosaan.

"Korban tragedi pemerkosaan Kopassus kini masih hidup. Seorang korban yang payudaranya dipotong kini masih hidup. Pelakunya jelas Kopassus yang ngepos di tempat tersebut," tegas KontraS Aceh Destika Gilang Lestari

Laporan Amnesty Internasional ini mendokumentasikan kegagalan otoritas nasional dan lokal untuk menghadirkan kebenaran terkait kasus HAM di Aceh.

Ia menyayangkan bahwa sejak perjanjian damai tidak ada satu kasus pun yang dibawa ke persidangan. Kegagalan untuk menghadirkan kebenaran telah berkontribusi pada suatu budaya impunitas bagi kejahatan HAM yang serius.

Thursday, March 13, 2014

Polres Langsa & Brimob Bebaskan WN Thailand yang Disandera Perompak Berbaju Satgas Partai Aceh & Bersenjata Api Di Langsa

Foto : Satgas PA Yang Di Tangkap Brimob Kompi Aramian & Polres Langsa

Langsa - Tim Gabungan Polres Langsa, Aceh berhasil membebaskan seorang warga negara Thailand yang disandera oleh kelompok perompak bersenjata berbaju Satgas PA di Kecamatan langsa, Kota Langsa. Petugas juga berhasil mengamankan 4 orang perompak beserta 1 pucuk senpi laras pendek jenis FN.

Operasi pembebasan itu berlangsung sekitar pukul 12.30 WIB, Senin (10/3/2014) saat tim gabungan Polres Langsa dan Brimob kompi Aramiah melakukan penyergapan di salah satu ruko lantai 2 milik EZ (42) di Desa Blang, Kecamatan Langsa Kota, Langsa. Korban bajak laut bersenjata itu bernama Sonjan Roungnam (48), seorang WN Thailand.

Sedangkan dari kelompok penculik yang berhasil ditangkap masing masing bernama SB (34) perompak, warga Desa Kuala Langsa, Langsa Barat, SY (28) perompak Desa Blang Baloh Kecamatan Peurelak Kota. Sedangkan AS (29) perompak Kuala Peunaga Kecamatan Bendahara Aceh Tamiang dan SF (32) mahasiswa asal Dusun Damai Alur dua Langsa Barat.

Kapolres Langsa, AKBP Hariadi menjelaskan, dari penyergapan itu selain membebaskan seorang sandera dan empat orang perompak, petugas juga berhasil mengamankan barang bukti senjata api milik pelaku.

“Ada 1 pucuk senpi pendek jenis FN, 1 pucuk GLM pelontar beserta 2 amunisi ,1 buah GPS kapal, 1 unit computer, radio, kompas dan tas ransel hitam isi baju,” kata Kapolres Langsa AKBP Hariadi kepada detikcom, Senin (10/3/2014).

Hariadi menambahkan, para pelaku melakukan perompakan laut pada tanggal 2 Maret 2014 di perairan Selat Malaka. Saat itu perompak bersenjata mengambil peralatan kapal yang sekarang sudah disita dari rumah SF dan menyandera nahkoda kapal, untuk meminta uang tebusan. Besaran uang tebusan yang diminta Rp 300 juta.

“Aksi pelaku sudah sangat meresahkan para awak kapal dan nelayan yang ada di Aceh maupun di luar aceh. Tim juga saat ini masih terus mengembangkan kasus ini,” ungkapnya

Thursday, January 16, 2014

FMIPA Unsyiah : Bijih Besi di Aceh Bermineral Tinggi, Stop Ekspor Bijih Besi Ke China !

FMIPA Unsyiah :
Bijih Besi di Aceh Bermineral Tinggi, Stop Ekspor Bijih Besi Ke China !

Foto : Ahmad Benyamin memperlihatkan pecahan batu mengandung kadar biji besi di lokasi penambangan, Desa Jantang, Kecamatan Lhoong, Aceh Besar

Banda Aceh :
Menurut Zulkarnain, timnya sudah melakukan identifikasi fasa menggunakan teknik difraksi sinar-X. Hasilnya, bijih besi yang terdapat di Lhoong dan Lampakuk (Aceh Besar), kemudian Manggamat (Aceh Selatan), dan Babahrot (Abdya) merupakan bijih besi yang potensial, didominasi oleh senyawa hematite (Fe2O3) dan magnetite (Fe3O4).

Untuk mengetahui kandungan mineral di dalam bijih besi tersebut, kata Zulkarnain, pihaknya melakukan identifikasi dengan teknik fluoresensi sinar-X. Dengan cara ini akhirnya diketahui bahwa bijih besi Lhoong memiliki kandungan hematite mencapai 93,88% dan bijih besi Manggamat sebesar 85,31 %. Adapun bijih besi di Lampakuk didominasi oleh jenis magnetite sebesar 86,81%, sedangkan di Babahrot 79,22%.
"Saat ini kami sedang lakukan identifikasi untuk melihat karateristik bijih besi di daerah Subulussalam," sebutnya.

Menariknya lagi, kata Zulkarnain, hasil pengukuran sifat kemagnetan pada bijih besi Aceh, di sa

"Bijih besi dimaksud terlebih dulu kami reduksi menjadi serbuk berskala nano secara mekanis (mechanical milling). Karena itu, sangat disayangkan jika mineral itu diekspor secara mentah, umumnya ke Cina. Hasil olahan di negeri Cina, lalu dikirim lagi ke kita dalam bentuk barang jadi dengan nilai jual yang lebih tinggi. Alhasil, nilai tambahnya justru dinikmati oleh Cina," kata peneliti tersebut.

"Sudah saatnya kita tidak menjual lagi hasil kekayaan kita secara murah ke negeri luar," demikian Zulkarnain Jalil.

KAPOLRI Sutarman Menjamin Pemilu 2014 di Aceh Berlangsung Aman dan Tanpa Ada Unsur Paksaan Saat Memilih Nanti

Foto : Kepala Polisi Republik Indonesia (Kapolri) Jenderal Pol Drs Sutarman

BANDA ACEH- Kepala Polisi Republik Indonesia (Kapolri) Jenderal Pol Drs Sutarman menjamin pelaksanaan pemilu Aceh akan berlangsung aman.

Hal ini dikatakannya pada sejumlah wartawan Kamis (15/1) dalam kunjungannya di Mapolda Aceh.

Lebih lanjut ia mengatakan, kedatangannya untuk bertemu mitra-mitra kerjanya di Aceh dalam hal ini polda Aceh serta jajarannya untuk bersama-sama meyakinkan, membantu masyarakat Aceh sehingga Aceh dalam keadaan kondisif.

” Kita meyakinkan masyarakat bahwa tidak ada lagi konflik di Aceh,” ujarnya.

Ia juga menyebutkan Polri, Polda dan didukung dengan stake holder lainnya mampu untuk menjaga pemilu Aceh dan menjamin kesejahteraan masyarakat.

Sementara itu, Polda Aceh siapkan 8.758 personil untuk pengamanan pemilu 2014 yang nantinya akan tersebar di sejumlah Tempat Pemungutan Suara(TPS) di Aceh.

” Untuk pengaman pemilu kita akan kerahkan dua per tiga dari kekuatan yang ada” ujar Kepala Kepolisian Daerah Aceh Irjen Pol Herman Effendi dalam konferensi pers di Mapolda.